Senin, 20 Juli 2009

Peningkatan Kesehatan Lansia melalui Posyandu Lansia di Kecamatan Tapian Dolok

BAB I

PROFIL PUSKESMAS TAPIAN DOLOK

A. Gambaran Umum

1. Geografis, Administrasi, Batas Wilayah dan Iklim

Kecamatan Tapian Dolok mempunyai luas wilayah 114,90 km2, dengan ketinggian 220 m di atas permukaan air laut. Batas-batas sebagai berikut :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai.

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Pematang Siantar.

- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Raya.

- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Kecamatan Tapian Dolok mempunyai wilayah kerja satu kelurahan dan sembilan nagori.

Jumlah penduduk Kecamatan Tapian Dolok berjumlah 33.731 orang dan mayoritas beragama Islam 88,01% selebihnya Kristen Protestan, Katolik, Budha dan Hindu. Mata Pencaharian penduduknya pertanian (12,13%), PNS/TNI/Polri (8,25%), namun pada umumnya pekerjaan tidak tetap atau dikenal dengan istilah mocok-mocok (31,10%).

Melihat luasnya wilayah Kerja Puskesmas Tapian Dolok dan jauhnya jarak tempuh ke puskesmas Tapian Dolok maka Puskesmas mempunyai beberapa sarana kesehatan sebagai perpanjangan tangannya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat yaitu Puskesmas Pembantu, Pos Kesehatan Desa dan Polindes di beberapa desa.

Jarak Puskesmas Tapian Dolok ke Ibu Kota Kabupaten Simalungun, Pamatang Raya ± 20 Kilometer.

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR KECAMATAN TAPIAN DOLOK TAHUN 2008

NO.

KELOMPOK UMUR (TAHUN)

JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

LAKI-LAKI + PEREMPUAN

1.

2.

3.

0 – 14

15-64

64+

5.568

11.036

606

5.250

10.621

650

10.818

21.657

1.256


JUMLAH

17.210

16.521

33.731

2. Sarana Kesehatan di Kecamatan Tapian Dolok

Jumlah Sarana Kesehatan Tahun 2008 di Kecamatan Tapian Dolok, sebagai berikut :

NO.

NAGORI

Sarana Kesehatan

Jumlah

Puskesmas / Pustu

Polindes / Poskesdes

Klinik Swasta

Rumah Sakit

1.

Dolok Maraja

1

1

-

-

2

2.

Sinaksak

-

1

3

1

5

3.

Batu Silangit

-

1

-

-

1

4.

Dolok Ulu

-

1

1

-

2

5.

Nagur Usang

1

-

-

-

2

6.

Naga Dolok

1

1

-

-

2

7.

Dolok Kahean

1

1

-

-

2

8.

Purbasari

1

-

-

-

1

9.

Pematang Dolok Kahean

-

-

-

-

-

10.

Negeri Bayu Muslimin

1

1

-

-

2

Jumlah

6

7

4

1

18


A. Visi dan Misi Puskesmas Tapian Dolok

Visi : Terwujudnya Kecamatan Tapian Dolok yang sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2010.

Misi :

1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di Kecamatan Tapian Dolok.

2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di Kecamatan Tapian Dolok.

3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas Tapian Dolok kepada masyarakat Kecamatan Tapian Dolok.

4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perseorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya di Kecamatan Tapian Dolok.

Puskesmas Tapian Dolok terdiri dari 6 (enam) Program, yaitu :

1. Promosi Kesehatan.

2. Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana.

3. Kesehatan Lingkungan.

4. Gizi.

5. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.

6. Pelayanan Kesehatan Dasar.


Puskesmas Tapian Dolok memiliki 5 (lima) Puskesmas Tapian Dolok, yaitu.

1. Puskesmas Pembantu Bah Sulung.

2. Puskesmas Pembantu Dolok Kahean.

3. Puskesmas Pembantu Naga Dolok.

4. Puskesmas Pembantu Nagur Usang.

5. Puskesmas Pembantu Kampung Muslimin.




BAB II

PENGELOLAAN POSYANDU LANSIA

I. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya

. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok usia lanjut ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia melalui beberapa jenjang. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu lansia, pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar adalah Puskesmas dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit.

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.

II. Tujuan Posyandu Lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia di Puskesmas Tapian Dolok, secara garis besar antara lain :

1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.

2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

III. Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia.

Berbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem 5 meja, pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja, dengan kegiatan sebagai berikut :

- Meja I : pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan.

- Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.

- melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.

IV. Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia

Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.

Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia :

1. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.

2. Pemeriksaan status mental.

3. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).

4. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.

5. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan.

6. Penyuluhan Kesehatan.

V. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Kecamatan Tapian Dolok

Cakupan pelayanan kesehatan usia lanjut pada tahun 2008 di Kecamatan Tapian Dolok sebesar 362 orang. Diamna tersebar di semua nagori dengan jumlah kelompok sebanyak 10.

KELOMPOK LANSIA PUSKESMAS TAPIAN DOLOK

KECAMATAN TAPIAN DOLOK TAHUN 2008

NO.

NAMA KELOMPOK

NAGORI

JUMLAH KELOMPOK

JUMLAH LANSIA

1.

Durian

Dolok Maraja

1

33

2.

Semangka

Sinaksak

1

38

3.

Anggrek

Batu Silangit

1

24

4.

Mengkudu

Dolok Ulu

1

23

5.

Jeruk

Nagur Usang

1

31

6.

Anggur

Naga Dolok

1

23

7.

Apel

Dolok Kahean

1

75

8.

Sirsak

Purbasari

1

39

9.

Manggis

Pematang Dolok Kahean

1

30

10.

Salak

Negeri Bayu Muslimin

1

47


JUMLAH

10

362





BAB III

PEMBAHASAN

Salah satu Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya usia harapan hidup (UHH) manusia Indonesia. Dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Depkes diharapkan UHH meningkat dari 66,2 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,6 tahun pada tahun 2009. Dengan meningkatnya UHH, maka populasi penduduk lanjut usia juga akan mengalami peningkatan bermakna. Pada tahun 2010 diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia, sebesar 24 juta jiwa atau 9,77 % dari total jumlah penduduk.

Posyandu Lansia yang dilaksanakan Puskesmas Tapian Dolok diharapkan dapat memotivasi dan menggerakkan para lanjut usia, keluarga, organisasi sosial, masyarakat dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia dengan mengembangkan jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial. Pada lanjut usia terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degeneratif. Hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan, sosial dan membebani perekonomian baik pada lanjut usia maupun pemerintah karena masing-masing penyakit tersebut cukup banyak memerlukan dana baik untuk terapi dan rehabilitasinya.

Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Dr. Budihardja, DTM & H, MPH pada seminar sehari Lanjut Usia bertema ”Lanjut Usia Sehat dan Mandiri di Tengah Masyarakat”, di Jakarta, 17 Juni 2008 menyatakan, untuk itu rencana hidup seharusnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Diharapkan para lanjut usia melakukan pola hidup sehat yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik/olahraga secara benar dan teratur serta tidak merokok. Kegiatan ini perlu terus untuk disosialisasikan bagi masyarakat sejak berusia muda maupun yang telah berusia lanjut, tambah dr. Budihardja.

Pemerintah, dalam hal ini Depkes telah merumuskan berbagai kebijakan, program dan kegiatan yang dapat menunjang derajat kesehatan dan mutu kehidupan lanjut usia. Program pokok kesehatan menanamkan pola hidup sehat dengan lebih memprioritaskan upaya pencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif), tanpa mengabaikan upaya pengobatan (kuratif) dan rehabilitatif. Pelayanan bagi para lanjut usia yang tergolong miskin diupayakan untuk dapat diberikan secara gratis melalui prosedur yang berlaku.

Beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain :

1. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu.

Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia.

2. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau.

Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.

3. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu.
Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia.

4. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu.
Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons.

Adapun tujuan Program Kesehatan Lanjut Usia adalah meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri dan berdaya guna sehingga tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat.



BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Tujuan bahwa program Usila adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri dan berdaya guna sehingga tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Aspek-aspek yang dikembangkan adalah dengan memperlambat proses menua (degeneratif). Bagi yang merasa sudah tua perlu dipulihkan (rehabilitatif) agar tetap mampu mengerjakan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Ini dimungkinkan dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang manusia berusia lanjut (Geriatri).

Seseorang dianggap dapat berhasil menjalani proses penuaan jika dapat terhindar dari berbagai penyakit, organ tubuhnya tetap berfungsi baik, serta kemampuan berpikirnya (kognitif) masih tajam. Para Usila yang berhasil mempertahankan fungsi gerak dan berpikirnya dianggap berhasil menghadapi penuaan (successful aging) sehingga tetap dapat bekerja aktif terutama di sektor informal. Mereka biasanya dapat berbagi pengalaman dan telah mencapai tahap perkembangan psikologis dimana mereka dianggap bijaksana menyikapi kehidupan dan mendalami kehidupan spiritual.

Agar tetap atif sampai tua, sejak muda seseorang perlu melakukan kemudian mempertahankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik/olahraga secara benar dan teratur dan tidak merokok. Rencana hidup yang realistis seharusnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak bila pensiun sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Berdasarkan prinsip tersebut maka lanjut usia merupakan usia yang penuh kemandirian baik dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari, bekerja maupun berolahraga. Dengan menjaga kesehatan fisik, mental, spiritual, ekonomi dan social, seseorang dapat memilih masa tua yang lebih membahagiakan, terhindar dari banyak masalah kesehatan.

Adapun saran-saran yang dapat disampaikan :

1. Kegiatan Posyandu Lansia di Puskesmas Tapian Dolok masih banyak kekurangan, kiranya perlu masukan yang membangun untuk meningkatkan Posyandu Lansia yang akan datang.

2. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, aparat kecamatan maupun nagori dalam hal kerjasama dalam mendukung peningkatan Posyandu Lansia.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada :

1. Bupati Simalungun, Drs.H.Zulkarnain Damanik, MM.

2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr.Waldy Saragih.

3. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr.Hj.Heriyanti.

4. Kepala Seksi Pelayanan Rujukan, Tarista Tanjung, SKM, M.Kes.

5. Camat Tapian Dolok, Eka Hendra, S.Sos.

6. Seluruh Staf Puskesmas Tapian Dolok.





Tidak ada komentar: